Sunday, December 19, 2010

PENGAWETAN DAN KEMASAN BUNGA POTONG ALPINA

,
Negeri kita kaya jenis hortikultura untuk diperdagangkan di dalam maupun keluar negeri. Namun kendala teknis sering muncul sehingga perdagangan dan produksi suatu produk tidak berkembang. Di antaranya adalah bunga potong Alpina sp.

Bunga Alpina sp yang asalnya adalah kawasan Asia Selatan, Tenggara dan Timur termasuk Indonesia banyak diminta oleh pasar ekspor dan potensial untuk pasar dalam negeri. Tetapi jenis bunga ini di Indonesia belum begitu populer sebagai bunga potong komersial dan masih sedikit di budidayakan dengan kegunaan khusus sebagai tanaman hias di pekarangan atau taman.

Kendala pengembangan pemasarannya sebagai bunga potong ialah masa peragaannya yang singkat yakni hanya 4-5 hari. Bunga Alpina sp cukup menarik, tetapi mudah rusak dan layu. Kerusakan bunga meliputi layunya petal bunga dan warna bunga yang memudar.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk bisa memperpanjang masa simpan/masa peragaan bunga potong Alpina sp. Di antaranya oleh Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbang Hortikultura), dan juga Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) Kementerian Pertanian.

Tim ilmuwan Balithi bersama Puslitbang Hortikultura berupaya memperpanjang masa segar/peragaan bunga potong Alpina purpurata dengan memformulasi penggunaan larutan perendam untuk pengawetan (pulsing) yakni campuran 20% gula, 50 ppm AgNO3, dan 50 ppm thiabendazol (pH 3-4). Perendaman bunga potong A.purpurata pada larutan dengan formula pulsing tersebut selama 2 jam bisa memperpanjang masa segar sampai rata-rata 12,8 hari.

Langkah penelitian lebih lanjut oleh BB Pascapanen Pertanian belum lama ini telah menghasilkan cara lebih memperpanjang masa peragaan bunga potong Alpina sp dengan formulasi pulsing yang mirip dengan sebelumnya dan dikombinasi dengan metode pengemasan serta pengaturan suhu dingin pada penyimpanan atau angkutan. Ada dua metode pengemasan yang dilakukan, yakni pengemasan basah dan pengemasan kering, sedangkan pilihan jenis kemasan meliputi lembaran plastik polietilen dan kertas koran

ARTIKEL EKONOMI

THL TBPP KERINCI

Visit Kerinci

 

BP3K KECAMATAN DEPATI VII Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates